Select Page

awanbabyclothing – Membeli kereta dorong bayi merupakan hal yang mudah, ditambah banyaknya gerai yang menjual kereta dorong (stroller) bayi, baik secara online maupun offline. Namun bunda jangan langsung kepicut dengan bentuknya saja melainkan pertimbangkan beberapa faktor lain supaya si kecil nyaman saat berada di dalam stroller.

Stroller atau kereta dorong bayi saat ini lebih memudahkan para orang tua saat membawa anak ke luar rumah. Tak hanya bagi bayi yang baru lahir, stroller juga bisa digunakan untuk bayi yang sudah berumur 3 atau 4 tahun, atau sebelum anak dapat berjalan lancar. Oleh karena itu bunda bisa membelinya dengan berbagai pertimbangan berikut ini.

Tips Membeli Kereta Dorong Bayi

  • Ketahanan Sabuk Pengaman

Biasanya terdapat pilihan sabuk pengaman berupa tiga poin maupun lima poin. Nah sabuk pengaman lima poin dianggap lebih aman karena mencakup berbagai macam hal. Mulai dari pinggang, bahu, serta bagian antara kedua paha bayi.

  • Rem yang Praktis

Sebagian stroller bayi punya rem yang mengunci dua roda sekaligus. Jadi sebaiknya pilih rem yang anda rasa paling gampang digunakan. Namun pastikan pula bahwa rem tersebut tidak dapat dijangkau oleh tangan si kecil.

  • Cara Gerak Stroller

Selanjutnya perhatikan juga cara gerak stroller. Pilih stroller yang dapat bergerak lurus dan cek kondisi roda jika anda belokkan. Pilih yang lebih mudah digerakkan saat membelok.

  • Kursi Stroller

Kursi yang baik adalah kursi yang memberikan kenyamanan bagi bayi saat diletakkan di stroller (kereta dorong). Apabila bayi masih kurang dari 6 bulan maka pastikan kursinya disesuaikan dengan posisi yang hampir berbaring.

  • Perlengkapan Kanopi

Kanopi juga perlu anda pertimbangkan saat hendak membeli kereta dorong untuk si kecil. Pilih stroller dengan kanopi yang mampu melindungi bayi dari paparan sinar matahari langsung dan angin.

  • Tempat Menaruh Kaki

Hindari tempat menaruh kaki di bawah stroller yang memisahkan kaki kiri dan kaki kanan. Ini penting untuk menghindari kaki anak supaya tidak terperangkap diantaranya, dimana membuat anak juga tidak bebas menggerakkan kakinya ketika berada di stroller.